Day- 1 Banjir
Curhatan hati tesa
Haloo guys, apa kabarr?
Cerita hari ini mengenai soal
banjir yang melanda langsa kemaren yo, oke kita mulai pada tanggal 26 dimana
hari itu adalah hari guru dan sekolah tempatku PLP kebetulan tidak masuk dikarenakan
guru mengadakan ucara di salah sekolah (aku lupa nama sekolahnya). Satu harian dikos
karna hujan juga kan jadi malas keluar mending tidur yahh kan we....
Pukul 9 malam aku scrol IG karna
gabut, story IG kawanku sudah ada banjir kosnya. Pikirku mungkin cuman sampe
kosnya aja banjir tadi. Aku gak takut we karna sebelumya kosku gak pernah kena
banjirkan kan posisi kos juga lumayan tinggilah. Aku santay main HP tiba lah pukul
12 malam ada bapak-bapak yang teriak di depan gerbang kos “banjir...banjirr...”.
aku dengan posisi kamar di paling
depan otomatis langsung keluar dan kagetnya aku ternyata air banjir sudah sampe
depan pintu gerbang. Kawan satu kos ku juga keluar dan kami sempat berbincang
dengan bapak itu “inilah pertama kali
nya banjir di sidorejo, kalian jangan sampe ketiduran kayaknya bakal tinggi
lagi banjirnya”. Yang awalnya aku santay langsung panik dongg.
Aku masuk lagi ke kamar ternyata air banjir
nya sudah masuk dari kamar mandi. Aku langsung terburu-buru menaikkan semua
barang-barang yang kemungkinan menurutku bakal terkena banjir. Setelah bereskan
barang aku keluar melihat teman-temanku yang lainnya. Tapi hujan terus turun
menandakan banjir akan naik lebih tinggi. Ada bapak-bapak datang yang kebetulan
dia adalah perangkat desa. Kami disuruh mengungsi ke mesjid terdekat karena banjir
bakal lebih tinggi lagi. Aku sudah pusing karena belum makan dari kemarin
ditambah kedinginan krena kaki sudah terendam.
Setelah beberapa menit berpikir
akhirnya kami satu kos memutuskan untuk mengungsi. Sebenarnya aku cuman ngikut
aja sama mereka karena kami sebelumnya belum kenal satu sama lain (kos aku
posisinya 1 orang perkamar gitu jadi gak pernah saling interaksi kayak bodoamat
gitulah). Sesampainya di mesjid dengan posisi celana sudah basah aku duduk
termenung didepan mesjid menunggu hujan berhenti tanpa kusadari aku tertidur
dengan posisi duduk dengan tangan memeluk kaki (tauu kelen maksd posisi
dudukkan).
Saat aku merasa mulai ribut
tiba-tiba aku terbangun dan aku melihat sudah banyak yang ngungsi ke mesjid. Banjir
makin tinggi, tiba-tiba HP berbunyi ternyata keluarga ku sedang VC grup aku
gabung masuk memberitahu mereka bahwa kosku sudah terendam banjir mereka kaget
dan menyuruhku untuk tidak kemana-mana. Tiba-tiba jaringan mati dan lampu mati.
Aku sudah pusing hari sudah
menjelang siang tapi hujan tak juga berhenti menandakan banjir semakin tinggi. Aku
dan teman sekosku memutuskan untuk mengungsi ke sekolah yang berada ditepat
didepan kosku (sekolahnya berlantai 2 menjadi solusi tempat paling amannlah).
Saat keluar dari mesjid dengan
membawa tas yang berisi HP dan laptop kami meraba jalan dengan bawa payung dan
saling berpegangan dikarena air banjir yang cukup deras dan posisi airnya sudah
sedada. Memasuki kawan sekolah tidaklah mudah dikarenakan kami lewat tempok
sekolah, dibantu dengan bapak-bapak yang sedang melintas saat itu.
aku melompat ingin mencapai
tempok sekolah aku terjatuh dan tanpa kusadari ada paret disebelah tembok
dengan air yang deras. Aku jatuh terbawa arus dan syukurnya ada bapak-bapak
yang langsung menarik tanganku. Badanku makin lemas dibelum makan dari kamaren.
Udah bosan bacanya yah...
Maaf yah we kalo tulisannya garing tapi ini kisah nyata yang ku alami
Kisah soal banjir belum selesai guys dipart selanjutnya akan ku ceritakan gimana perjuangan kawanku nyariin aku... terharuuuu kalo diingattt.
Komentar
Posting Komentar